viral

loading...
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Saturday, November 29, 2014

Gerakan Yoga Musyrik

Benarkah Yoga Itu Musyrik??


MUI Mengatakan Yoga Musryik
Ladang Informasi - Secara sejarah perkembangan agama Hindu di dunia, Yoga merupakan salah satu ajaran yang bernafaskan Hindu yang berasal dari India. Namun seiring perkembangan jaman, Yoga banyak yang mengklaim sebagai senam kebugaran, dan esensi dari ajaran Yoga mengalami penyimpangan pemahaman. Hal ini banyak menuai kontroversi dari umat yang Non-Hindu. Terkait adanya larangan beryoga bagi umat Islam Malaysia, Ketua Majelis UIama Indonesia (MUI)  mengimbau agar umat muslim di Indonesia untuk sementara tidak mengikuti kegiatan meditasi yoga.

Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ma’ruf Amin mengatakan, “Sebaiknya masyarakat tidak terjun dan ikut serta kegiatan yang sifatnya berbau meditasi yoga sebelum duduk persoalannya jelas.”

Sementara itu Rais Syuriah PBNU KH. Hafizh Utsman, Selasa (25/11) menyatakan tidak ada masalah dan boleh orang melakukan yoga sepanjang tidak ada unsur musyrik (menyekutukan Allah). “Yoga itu kan gerak olah badan, atau olah raga, karena itu tidak masalah kita mengikuti gerak yoga”, ujarnya.

Dikatakannya, banyak macam gerak olah badan selain yoga, seperti senam, silat dan lain-lain, yang pada dasarnya merupakan cara untuk gerak olah badan supaya sehat. Menurut dia, kalau ada unsur musyriknya, jangankan yoga, duduk di atas sajadah pun kalau ada perbuatan musyrik, itu dilarang.

Ia mengatakan, mengacu pada kaidah hukum Islam, “Al ashlu fil asyaa al ibaahah, hatta yadulladdalilu a`la tahriimi” , yang artinya segala sesuatu pada dasarnya adalah boleh, sampai ada dalil (petunjuk) yang mengharamkannya. Oleh karena itu, katanya, yoga boleh, kecuali ada unsur kemusyrikannya.

Menyinggung tentang adanya elemen-elemen Hindu yang bisa merusak akidah Islam, seperti gerakan-gerakan sambil memejamkan mata dan mengatur pernafasan, ia mengatakan elemen-elemen tersebut atau gerakan-gerakan tersebut bisa diisi dengan dzikir kepada Allah, yakni dengan membaca dalam hati kalimat-kalimat dzikir kepada Allah SWT.

Sebelumnya di negeri Jiran Malaysia fatwa haram olahraga yoga dikeluarkan Dewan Fatwa Nasional, Sabtu (22/11). Badan tertinggi Umat Islam di malaysia ini memang memiliki otoritas untuk mengatur bagaimana muslim di negeri jiran itu mempraktekkan keimanan mereka. Menurut fatwa yang dikeluarkan lembaga itu, yoga bukan cuma melibatkan latihan fisik namun juga elemen-elemen spiritual, pujian dan pemujaan Hindu.
Menurut Ketua Dewan Fatwa Nasional, Abdul Shukor Husin, banyak muslim yang mempraktekkan yoga yang populer di dunia itu, tidak mengetahui kalau tujuan akhirnya adalah menyatu dengan Tuhan dari agama lain. (Sumber : www.arrahmah.com)

Namun hal itu mendapat sangkalan dari pihak MUI Jawa Barat, Ketua MUI Jawa Barat Drs KH. A Hafizh Ustman menyatakan bahwa melakukan praktek yoga tidak menjadi masalah dan boleh, sepanjang tidak ada unsur musyrik (menyekutukan Allah).

"Yoga itu kan gerak olah badan, atau olah raga, karena itu tidak masalah kita mengikuti gerak yoga" katanya kepada ANTARA Selasa.

Dikatakannya, banyak macam gerak olah badan selain yoga, seperti senam, silat dan lain-lain, yang pada dasarnya merupakan cara untuk gerak olah badan supaya sehat.
Menurut KHA Hafizh Ustman, kalau ada unsur musyriknya, jangankan yoga, duduk di atas sajadah pun kalau ada perbuatan musyriknya itu dilarang.

Ia mengatakan, mengacu pada kaidah hukum Islam, "Al ashlu fil asyaa al ibaahah, hatta yadulladdalilu a’la tahriimi" bahwa segala sesuatu pada dasarnya adalah boleh, sehingga ada dalil (petunjuk) yang mengharamkannya.

Oleh karena itu, katanya, yoga boleh, kecuali jika ada unsur kemusyrikannya. Menyinggung tentang adanya elemen-elemen Hindu yang bisa merusak Muslim, seperti gerakan-gerakan sambil memejamkan mata sambil mengatur pernafasan, ia mengatakan, elemen-elemen tersebut atau gerakan-gerakan tersebut bisa diisi dengan dzikir kepada Allah, yakni dengan membaca dalam hati kalimat-kalimat dzikir kepada Allah.

Dewan Fatwa Nasional Malaysia melarang umat muslim melakukan yoga. Menurut rencana rapat harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa ini (25/11) juga akan membahas masalah yoga tersebut. (Sumber : Nasional Kompas)

Menyikapi hal ini, masalah musyrik atau tidak, yoga adalah murni ajaran Hindu. Jika ada umat lain yang mempelajari, itu sah saja. Sepanjang tidak menjelek-jelekkan dan menyalahgunakannya. jika memang itu tidak boleh dilakukan oleh umat lain, jangan katakan ajaran kkatakanaagai musyrik. Tuhan mengajarkan umatnya untuk saling menghormati satu sama lain. Jika ada Tuhan yang mengajarkan bahwa umat lain adalah Musuh, maka Tuhan itu tidak layak dihormati. Tuhan tidak se-EGOIS manusia, Tuhan adalah yang maha kuasa, jadi tidak mungkin ada Tuhan yang mengajarkan umatnya untuk memusuhi kebudayaan, kebiasaan dan cara melakukan ibadah yang berbeda-beda satu sama lain.

Teknik Meditasi Pranayama Dhyana

Meditasi Pranayama Dhyana

Yoga
Ladang Informasi - Hampir seluruh Negara dibelahan dunia saat ini telah mengenal ajaran Yoga dan Meditasi, pelaksanaan setiap tahunnya mengalami peningkatan dan pertumbuhan yang sangat pesat. Selain karena pencarian akan makna hidup dan kedamaian bathin, juga karena orang barat mulai sadar akan manfaat yoga dan Meditasi yang begitu baik bagi mental dan spiritual. Hal ini mungkin patut dijadikan bahan renungan bagi kita semua, orang barat belajar yoga dan Meditasi, tapi sebagian dari kita malah meninggalkan kekayaan spiritual kita ini. Sehingga ada baiknya, bila ada sebagian dari kita yang belum pernah belajar Meditasi, bisa belajar Meditasi sendiri melalui ajaran yang ada di buku-buku, online maupun datang ke rumah yoga.
Ada banyak sekali tehnik Meditasi yang dapat kita pelajari, salah satunya adalah Pranayama Dhyana, salah satu tehnik Meditasi tertua di India (sudah ada setidaknya sejak jaman Veda). Meditasi ini demikian sederhana, sehingga bisa dipelajari sendiri di rumah.

Sebelum Meditasi

Sebelum memulai Meditasi [di rumah], ucapkanlah Gayatri Mantra. Dan kita mulai Meditasi dengan suatu tekad, kita Meditasi tidak hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga Meditasi untuk semua mahluk. Dengan Meditasi bathin kita menjadi damai, tenang-seimbang dan bahagia, serta kecenderungan negatif kita seperti kemarahan, kebencian, kesombongan, dll, akan jauh berkurang. Dengan lebih sedikit marah dan benci, kita lebih sedikit melukai hati dan perasaan mahluk lain. Dengan lebih rendah hati, kita bisa menghormati orang lain dan menghormati perbedaan secara lebih baik. Dengan lebih sedikit serakah, kita lebih sedikit membuat orang lain menderita. Dengan lebih tenang-seimbang, kita lebih sedikit membunuh nyamuk dan serangga, dll-nya. Dengan kata lain, kembali ke awal, Meditasi kita mulai dengan suatu tekad, kita melaksanakan Meditasi tidak hanya untuk diri kita sendiri tapi sekaligus juga untuk semua mahluk.

Sarana

1. Alas Duduk

Pakailah alas duduk atau bantalan yang cukup tebal (sekitar 5 cm), tujuannya untuk menghindari tubuh fisik kontak langsung dengan energi gravitasi bumi. Seandainya tidak ada tidak apa-apa, tapi kalau ada seperti itu lebih baik.

2. Pakaian

Gunakan pakaian yang longgar [tidak ketat atau mengikat], tipis dan terbuka, agar tidak terlalu mengganggu kelancaran sirkulasi nadi dan energi tubuh. Semakin bebas semakin baik. Akan tetapi kalau tinggal di daerah dingin [misalnya di pegunungan] dimana ini tidak memungkinkan [juga tidak baik karena suhu dingin], selimutilah tubuh dengan kain tebal, yang penting pakaian tetap tidak ketat atau sifatnya mengikat bagian tubuh kita. Seandainya tidak bisa tidak apa-apa, tapi kalau bisa seperti itu lebih baik.

Tempat

Meditasi sebenarnya bisa dilakukan dimana saja. Tapi paling baik kalau kita melakukannya [di rumah] di tempat yang memiliki vibrasi energi, seperti : sanggah atau merajan di rumah, di kamar suci atau setidaknya di depan pelangkiran di kamar. Karena vibrasi tempat-tempat itu bisa membantu kita dalam Meditasi. Seandainya tidak bisa tidak apa-apa, cukup cari tempat yang nyaman saja, tapi kalau bisa seperti itu lebih baik.

Waktu

Meditasi sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Tapi baik kalau kita melakukannya antara jam 03.00 – 06.00 dini hari. Pertama karena saat itu udara bersih dan segar, kedua karena energi alam yang halus cenderung bebas dari gangguan vibrasi lain. Dengan catatan khusus faktor waktu ini bukanlah sebuah pakem, yang paling baik kita sendirilah yang menentukan kapan akan Meditasi sesuai kondisi diri kita masing-masing.

Asanas (Sikap Badan)

1. Badan

Badan mengambil sikap tubuh [asana] dengan padma asana atau padmasana, yaitu posisi duduk berbentuk bunga padma.
Atau boleh juga mengambil sikap tubuh [asana] dengan ardha padmasanaatau ada yang menyebutnya dengan Sidha Asana, yaitu posisi duduk berbentuk setengah bunga padma.
Silahkan bebas memilih yang mana yang kita paling merasa nyaman.

2. Punggung

Keadaan tulang punggung harus tegak lurus. Tujuannya untuk menghindari bangkitnya api kundalini [kundalini shakti] tanpa disadari. Bila kita belum biasa dengan posisi punggung tegak lurus ini, kita bisa mula-mula melatihnya dengan bersandar pada dinding.

3. Lidah

Tekuk ujung lidah keatas agar menyentuh langit-langit mulut. Ini terkait dengan sirkulasi energi dalam tubuh kita.

4. Mudra

Ada ratusan jenis mudra dengan fungsinya masing-masing. Tapi disini yang kita gunakan adalah Jnana Mudra. Letakkan kedua tangan diatas lutut [kaki] dan gunakan Jnana Mudra. Ujung ibu jari bertemu dengan ujung telunjuk, tujuannya adalah keheningan bathin [membentuk angka nol]. Tiga jari lainnya menghadap keluar [melepas], tujuannya melepaskan [melampaui] Tri Guna :Sattvam, Rajas, Tamas, melalui ketiga jari. Mudra ini terkait dengan aliran energi dari cakra-cakra dalam tubuh kita.

Pernafasan Sebagai Obyek Meditasi

Setelah melakukan semua hal yang diuraikan diatas, pejamkan mata anda. Kemudian laksanakan ketiga hal ini secara bersamaan :
  • Tarik nafas perlahan dari hidung dalam-dalam, simpan sebentar, lalu lepaskan pelan-pelan. Lakukan dengan berirama teratur.
  • Pada saat yang bersamaan, pada saat menarik nafas, hitung tarikan nafas ini (dalam hati) sebagai : “satu”, pada saat melepas nafas, hitung pelepasan nafas ini (dalam hati) sebagai : “dua”. Tarikan nafas berikutnya hitung sebagai “tiga” dan kemudian pelepasan nafas hitung sebagai “empat”. Terus demikian sampai hitungan “delapan”. Setelah “delapan” kembali ulangi lagi dari awal (dari “satu”). Demikian seterusnya. Catatan : jumlah hitungannya jangan lebih atau kurang dari delapan. Hitunglah dari satu - delapan saja, jangan diubah-ubah.
  • Pada saat yang bersamaan, fokuskan seluruh konsentrasi pikiran kita untuk mengamati udara yang keluar masuk. Amati pergerakan udara dari dia mulai masuk ke hidung kita, mengalirke dalam paru-paru kita, diam sejenak di dalam paru-paru kita, kemudian mengalir keluar dari paru-paru kita. Demikian seterusnya.
Penting : Lakukan ketiga hal ini secara bersamaan, dengan berirama teratur.

Lima Tahapan Meditasi

Lakukanlah Meditasi setiap hari secara rutin. Minggu pertama cukup 10 menit. Minggu berikutnya tingkatkan jadi 20 menit. Terus demikian sampai kita bisa Meditasi antara 30 menit sampai dengan 1 jam.
Berikut adalah serangkaian tahapan dalam perjalanan meditasi kita :

1. Pratyahara – berusaha “memegang” Obyek

Pada mulanya, jadikanlah ujung hidung sebagai tempat mengamati keluar-masuknya nafas. Berusahalah sungguh-sungguh konsentrasi, tapi tetaplah santai. Kalau kita sungguh-sungguh, rata-rata bagi orang kebanyakan dalam waktu 3 bulan tahap pertama ini akan terlewati. Kita sudah bisa berkonsentrasi dengan baik, objek mulai jelas dan sudah tertangkap dgn baik.

2. Dharana – “memegang” obyek dengan baik

Kalau setiap Meditasi obyek sudah dapat terpegang dengan baik, berarti kekuatan konsentrasi kita sudah terbentuk. Jangan terbelokkan oleh apapun yang muncul, selalu kembali konsentrasi pada obyek Meditasi [keluar-masuk nafas] dengan baik.

3. Dhyana – memasuki Meditasi

Apabila kita telah dapat “memegang” obyek Meditasi dengan baik, maka “saluran-saluran energi” dalam tubuh kita akan mulai terbuka dan berkembang. Inilah tahap memasuki Meditasi. Pada setiap orang akan mengalami pengalaman yang berbeda-beda, ada juga yang seolah tidak mengalami hal ini tapi langsung ke tahap 4 [savikalpa samadhi].
Bagi yang mengalami, sensasinya bermacam-macam. Ada yang melihat cahaya biru kecil, ada yang melihat cahaya dari langit menghujam ke seluruh badan, ada yang melihat cahaya warna-warni yang indah sekali, ada yang tubuhnya merasa ringan sampai seperti terbang, ada yang merasa terangkat dari tempat duduknya, ada yang merasa tubuhnya membesar atau sebaliknya tubuhnya mengecil, dan lain-lain.

Ada juga yang (kadang-kadang, jarang) menerima seperti wangsit atau suruhan melalui suara yang masuk. Hati-hatilah disini, apalagi bila kita tidak memiliki guru pembimbing, karena mungkin saja itu adalah suara mahluk-mahluk bawah. Sehingga kalau kita mendengar suara apapun, abaikan saja kembalilah pada obyek Meditasi. Karena kita bukan mau jadi dukun atau paranormal.

Pada semua kejadian ini kita sama sekali tidak perlu takut, sadari saja dan kembalilah ke obyek. Seringkali para pemula yang tidak mengerti merasa takut dan tidak berani Meditasi lagi. Padahal sesungguhnya inilah kemajuan dari Meditasi yang akan dialami oleh yogi yang benar.

4. Samprajnata Samadhi

Sebagian yogi seolah tidak mengalami tahap ketiga [karena untuk mereka berlangsung sangat-sangat singkat], tapi langsung ke tahap ke-4 ini. Sebabnya adalah karena kondisi bathin dan kondisi badan halus setiap orang yang berbeda-beda.
Di tahap ini muncullah cahaya yang sangat terang (tapi sejuk, tidak menyilaukan), yang kita lihat semata-mata hanya cahaya. Kita akan berada pada puncak kebahagiaan-kedamaian yang luar biasa. Tidak seperti kenikmatan nafsu duniawi, tapi sebentuk rasa damai luar biasa yang sulit untuk dijelaskan. Biasanya berlangsung hanya sekitar 1-3 detik saja, kemudian kita sadar dari Meditasi. Selepas ini pikiran kita plong sekali, ringan bagaikan kapas. Kita merasa sangat damai dan bahagia. Tidak ada beban lagi, tidak ada penderitaan, pikiran benar-benar bebas lepas bagaikan berada di Svarga Loka. Inilah tahap ke-4, atau samprajnata samadhi yang sedang kita alami.

Pikiran yang sudah diajak berlatih Meditasi dengan tekun, akan membersihkan kegelapan-kegelapan bathin. Ketika bathin kta dalam keadaan bersih, dia ringan bagaikan kapas, dia damai dan bahagia. Tidak ada beban yang negatif lagi. Semua sad ripu [kegelapan bathin] tidak ada lagi dan kita benar-benar bebas lepas. Ini berlangsung lama sekali.

Kalau kita tidak berhenti disini dan Meditasinya diteruskan, kita akan masuk tahap ke-5 yaitu Asamprajnata Samadhi.

5. Asamprajnata Samadhi

Laksana menikmati sebuah pemandangan yang sungguh indah, awalnya kita terpesona dan takjub [tahap 3], setelah itu timbul kedamaian-kebahagiaan [tahap 4].

Setelah kedua proses ini batin mulai normal kembali dan tenang-seimbang, inilah upeksha. Pada tahap upeksha ini, batin sepenuhnya Hening. Tidak ada lagi gejolak. Ibarat air laut, tidak ada riak gelombang lagi. Batin benar-benar tenang-seimbang. Dan antara subjek dan objek sudah manunggal, tidak bisa dibedakan lagi mana subjek dan mana objek. Nafas adalah aku, aku adalah nafas. Asamprajnata Samadhi.

Meditasi Untuk Pemula

Berlatih Meditasi

Meditasi Lilin
Ladang Informasi – Kata Yoga berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu akar kata “Yuj” yang artinya menghubungkan, menyatukan. Sehingga Yoga dapat diartikan sebagai upaya atau usaha untuk menyatukan diri dengan Tuhan. Sesungguhnya Yoga merupakan salah satu ajaran agama Hindu yang berasal dari India, dan pada akhir-akhir ini menjadi trend untuk dilaksanakan diseluruh belahan dunia. hal ini dikarenakan efek yang diterima dari berlatih Yoga sangat besar bagi kesehatan dan ketenangan Jiwa.

Keseimbangan kearifan Yoga merumuskan lima prinsip dasar pemikiran. Di antaranya prinsip fungsi postur atau Yoga Asanas, Pranayama yang membeberkan makna olah tubuh yang tepat dan pernapasan yang tepat, serta Savasana atau relaksasi maksimum untuk mendinginkan sistem tubuh. Artikel ini akan mengupas dua kunci prinsip kearifan lain yang menyempurnakan semboyan hidup dan berpikir sederhana.

Pola Makan yang Tepat

Pola makan Yoga atau Sattvic vegetarian adalah metoda memberikan bahan bakar yang tepat untuk tubuh dan pikiran. Penggunaan yang optimal dari makanan, air, cahaya matahari merupakan aspek yang penting. Makanan dari bahan yang segar, sederhana, dan alami yang mudah dicerna dan diserap adalah kunci bagi tubuh yang sehat dan berfungsi baik.

Latihlah diri untuk mengkonsumsi makanan sehat, yaitu makanan yang bisa menjaga kesehatan tubuh. Makanan segar dan sederhana adalah gambaran makanan yang sehat.

Pikiran Positif dan Meditasi Menumbuhkan Cara Pikir yang Positif


Dyana dan Vedanta atau pikiran yang meditatif dan positif mampu menyingkirkan berbagai hambatan dalam perjalanan hidup. Meditasi dapat membantu manusia melewati keterbatasan yang ada dalam diri dan mengenal kedamaian hati.

Sebenarnya kebahagiaan yang dicapai melalui pikiran bersifat sementara dan mengambang. Kebahagiaan semacam ini dibatasi oleh alam. Sementara untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian absolut, terlebih dahulu harus memahami cara menenangkan pikiran, berkonsentrasi, dan melewati batas pikiran.

Dengan mengalihkan konsentrasi pikiran ke arah dalam, ke diri sendiri, manusia dapat memperdalam pengalaman untuk kesempurnaan berkonsentrasi. Inilah yang disebut dengan Meditasi. Kita menjadi apa yang kita pikirkan—persis seperti pengemudi yang mengendarai mobilnya menuju tujuan yang diinginkan.
Bagaimana kelima prinsip dapat diperkenalkan kepada tubuh kita—kalau sudah menjadi cara hidup—atau dipertahankan terutama bagi yang hidup di perkotaan dan tidak bisa menghindar dari kenyataan hidup yang demikian kompleks?

Sama halnya dengan mobil dan bahkan sistem lainnya di dunia ini, sesekali tubuh memerlukan pemeliharaan dan perawatan khusus, seperti mengistirahatkan tubuh.
Ada berbagai cara meditatif dan penyelarasan tubuh yang bisa menjadi pilihan, mulai dari penggunaan musik, melukis, menikmati alam, melakukan olah raga tertentu, kuliner, dan lain sebagainya. Walaupun beragam, tujuan dari penyelarasan ini selalu memasukkan aspek yang sama: untuk berhenti barang sejenak dan membebaskan pikiran dari segala keruwetan yang menumpuk dan menggantikannya dengan kedamaian. Karena lazimnya, kedamaian akan selalu didamba.

Belajar Meditasi Untuk Pemula

  1. Mendidik Diri : Kebingungan dan kesalahpahaman umumnya disebabkan oleh ketidaktahuan. Oleh karena itu, penting bagi para pemula untuk membaca beberapa buku tentang Meditasi dan latihan spiritual. Cari pengajar yang menurut Anda berkompeten atau komunitas online di mana Anda bisa  mendapatkan jawabannya.
  2. Atur waktu : Untuk menjadikan Meditasi sebagai kegiatan yang rutin, sisihkan sedikit waktu sehingga Anda bisa tenang dan tidak diganggu. Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan Meditasi. Namun, jika Anda menghadapi kendala waktu, Anda juga dapat melakukannya di malam hari.
  3. Jangan pikirkan hal lain : Jika Anda Cara mudah belajar Meditasi, mempunyai sejumlah pekerjaan yang harus dikerjakan, ada baiknya Anda menyelesaikannya terlebih dahulu sebelum memulai Meditasi. Anda harus memiliki pola pikir yang jelas sebelum Anda duduk dan bermeditasi.
  4. Lakukan perenggangan : Perenggangan atau relaksasi mengendurkan otot dan tendon, sehingga membuat Anda lebih nyaman. Pereggangan adalah proses "keluar dan masuk" yang akan memberikan banyak masukan dalam melakukan konsentrasi.
  5. Dapatkan kenyaman : Cari tempat tenang yang membuat Anda merasa nyaman. Ketika Anda duduk di kursi atau bersila di lantai, pastikan bahwa tulang belakang Anda tegak lurus dengan kepala. Tutup mata Anda, rileks, dan duduk kembali untuk memfokuskan pikiran Anda.
  6. Siapkan pikiran : Biarkan pikiran Anda tetap pada stabilitas aslinya dan kuatkan batin. Jika Anda merasa hal lain masuk ke dalam pikiran Anda selama Meditasi, cobalah untuk kembali fokus. Sebuah cara sederhana untuk mengosongkan pikiran Anda adalah dengan fokus pada pernapasan.
  7. Mengucapkan mantra : Menggunakan mantra adalah teknik Meditasi yang banyak dipraktekkan secara luas. Saat bermeditasi, Anda dapat mengulangi kata-kata dengan getaran positif seperti 'om', 'cinta', 'perdamaian' dan 'santai'.
  8. Napas panjang : Ketika bermeditasi, Anda harus mengambil napas panjang dan dalam. Anda tidak harus bernapas dari dada, melainkan Anda harus bernapas dari perut Anda. Ini merupakan aspek penting dari Meditasi dan hal tersebut akan berulang sendirinya tanpa Anda sadari.
  9. Lakukan secara bertahap : Semakin sering Anda bermeditasi, maka makin banyak manfaat yang akan Anda terima. Bagi Anda yang baru ingin mencoba, mulailah dengan waktu yang singkat, misalnya 15 sampai 20 menit. Setelah itu, bisa Anda tingkatkan secara bertahap.
  10. Coba berbagai teknik mediasi : Ada banyak Cara mudah belajar Meditasi, macam teknik Meditasi yang bisa Anda coba. Jadi, jika salah satu teknik Anda rasa tidak tepat, terus mencoba teknik Meditasi baru sampai Anda menemukan yang sesuai untuk Anda.

Monday, November 24, 2014

Tehnik Dasar Dalam Pernafasan Yoga

Pranayama Dalam Yoga

Yoga
Satu hal yang membedakan yoga dengan olahraga lainnya adalah penyesuaian antara nafas dan gerakan demi menghindari kelelahan otot (muscle fatigue). Pengaturan nafas akan membawa oksigen lebih banyak ke dalam darah dan otak, serta mengontrol energi (atau prana). Oleh karena itu, pengaturan nafas tersebut disebut Pranayama, atau teknik untuk mengontrol energi di dalam tubuh.

Nafas adalah kehidupan. Tetapi kita sering lupa dan mengabaikannya. Kita lupa bagaimana bernafas dengan benar. Kebanyakan kita bernapas secara dangkal, menarik napas melalui mulut, mengangkat bahu dan mengkontraksi perut. Hal ini menyebabkan oksigen yang masuk ke dalam paru-paru menjadi terbatas dan mengakibatkan kita menjadi kekurangan gairah dan mudah terkena penyakit.

Dalam yoga, pernafasan dasar yang dianjurkan adalah pernafasan perut (abdominal breathing), yaitu bernafas melalui hidung, mulut tertutup dan memaksimalkan fungsi dari paru-paru kita. Pada saat menarik nafas, perut mengembang dan diafragma bergerak ke bawah memijat organ-organ di perut. Pada saat diafragma bergerak ke bawah, terciptalah ruangan di paru-paru sehingga udara dapat masuk secara natural dan lebih banyak. Membuang napas akan terjadi secara alami, diafragma bergerak ke atas dan perut mengecil.

Pernafasan perut dapat dilakukan kapan saja. Duduklah secara bersila dan letakkan salah satu tangan Anda di perut, dan tangan lainnya di tulang rusuk Anda. Tariklah nafas secara perlahan, rasakan perut Anda mengembang dan rasakan udara masuk memenuhi paru-paru sehingga secara otomatis dada Anda juga mengembang. Lalu keluarkan nafas secara perlahan, rasakan perut Anda mengempis dan rasakan udara keluar dari paru-paru sehingga secara otomatis dada Anda juga mengempis. Karena udara dikeluarkan dari paru-paru secara maksimal, maka akan tercipta ruang yang lebih besar di paru-paru untuk menampung nafas yang masuk berikutnya. Lakukan berulang kali hingga kita merasakan badan menjadi segar dan pikiran menjadi tenang.

Latihan pernafasan perut ini akan memperlancar siklus pernapasan dan membawa lebih banyak oksigen segar ke dalam tubuh untuk dialirkan melalui peredaran darah. Seluruh organ tubuh menjadi sehat sehingga kita menjadi lebih berenergi dan dapat meneruskan aktivitas dengan penuh kesadaran.

Saturday, November 15, 2014

Apa Itu Yoga?

Pemahaman Tentang Yoga


Yoga
Yoga adalah Suatu seni untuk meningkatkan kesadaran diri, baik pikiran, ucapan dan perbuatan. Dengan berlatih yoga secara rutin dan benar maka kesadaran, kebijaksanaan, ketenangan, ketentraman dan kedamian setiap praktisinya akan bangkit.
Penyatuan yang di Maksud adalah penyatuan Sang Diri, yaitu Roh/ Atman yang ada pada diri kita dengan Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga mampu tercipta kedamaian di Jagat Raya ini. Yoga adalah praktik kehidupan, yang merupakan penerapan dari ajaran-ajaran Weda , dalam kehidupan setiap mahluk hidup dilandasi oleh kesadaran ke-Tuhanan dalam hidupnya yang mengandung ajaran penuntun kehidupan sampai evolusi sang Roh.
Yoga berasal dari kata sansekerta, Yuj yang artinya menghubungkan, arti lebih luas sebagai pemersatu spirit individu (jiwatman) dengan spirit Universal (Paraatman). ini merupakan suatu kontak pembebasan diri agar selalu dalam keadaan bebas dari penderitaan sebagai penyebab dari suatu kesedihan.

Astangga Yoga

Ashtanga yoga atau Delapan tangga yoga,yang di rumuskan oleh seorang yogi terkenal bernama Patanjali di dalam kitab yoga sutra, merupakan warisan berharga bagi para praktisi yoga masa kini. Pada awal masa pembentukanya, yoga masih merupakan suatu pengetahuan yang lebih sistematis. Dalam kitab yang di tulis dalam bahasa sansekerta pada kira-kira abad ke-2 SM ini,terdapat panduan mengenai tahap-tahap pemurnian tubuh dan pikiran agar dapat masuk lebih jauh ke dalam kesadaran yang lebih tinggi menuju realisasi diri atau Samadhi,Setiap tahap merupakan bagian mandiri yang dapat dilakukan secara terpisah,atau dapat pula dilakukan simultan dan bertahap.
Tahap-tahap awal bernama yama dan niyama. Yama merupakan kode etik moral dan Niyama merupakan panduan disiplin diri bagi setiap siswa yoga. Diibaratkan sebuah gedung yang membutuhkan fondasi yang kukuh,begitu pula di butuhkan moral dan disiplin yang kuat untuk mempelajari yoga.
1. Yamaatau pengendalian diri, terdiri dari 5 aspek, di namakan panca yama,yaitu : 

  • Ahimsa : anti kekerasan,menghindari setiap bentuk tindak kekerasan,baik terhadap sesame manusia,binatang maupun lingkungan sekitar.
  • Satya : Kebenaran yang sejati,mengikuti nurani dan menguatkan mental untuk selalu berkata,berpikir,dan berlaku secara benar.
  • Asteya : tidak mencuri,tidak menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain.
  • Brahmacharya : Menjaga kesucian ,hidup secara seimbang dalam segala hal dan menjaga kemurnian tubuh ,pikiran dan emosi.
  • Aparigraha : nonposesif,menjauhkan diri dari membangga-banggakan diri dan harta,tetap hidup dengan sederhana dan tidak berlebihan.

2. Niyama, atau displin diri, terdiri dari 5 aspek yang dinamakan panca niyama, yakni:
  • Svadhyaya: Menuntut ilmu. Selalu haus akan ilmu dan memilki hasrat untuk terus memperdalam ilmu.
  • Tapa : ketekunan dan usaha keras.
  • Santosha : penuh kedamaian. Menjaga rasa damai dan rasa puas dalam diri.
  • Saucha : kemurnian. Meningkatkan kesucian tubuh dan pikiran.
  • Ishvara Panindhana : menghormati Tuhan dan ajaran agama yang ada.
3. Asana, atau postur yoga, merupakan gerakan yang lembut dan sistematis. Asana bermanfaat untuk meningkatkan kelenturan serta kekuatan otot dan sendi tubuh, memijat susunan saraf pusat di punggung, melancarkan aliran darah, menyeimbangkan produksi hormone, serta membuang racun dari dalam tubuh.
4. Pranayama, atau tekniik pernapasan, meningkatkan asupan oksigen serta prana ke dalam tubuh, menggiatkan fungsi kerja sel tubuh, serta meningkatkan konsentrasi dan ketenangan pikiran.
5. Pratyahana, menguasai rasa, yaitu menarik perhatian dari semua rangsangan yang terdapat di luar dan dapat mengganggu konsentrasi, dan mengarahkannya ke daLam diri. Pratyahara bertujuan mendiamkan pikiran dan merupakan pelatihan yang sangat baik untuk meningkatkan kesadaran (mindfulness)
6. Dharana, konsentrasi, adalah tahap awal menuku Dhayana atau meditasi. Dharana merupakan kelanjutan Pratyahara karena pikiran menjadi lebih tajam.
7. Dhyana, meditasi, adalah perjalanan untuk lebih jauh masuk dalam pikiran dan diri (the self) dan mulai meniadakan eksistensi tubuh.
8. Samadhi, kesadaran tertinggi atau pencerahan. Dalam tahap dhyana (meditasi) terkadang masih terasa dualisme antara kesadaran tubuh. Samadhi merupakan titik kulminasi union atau peleburan antara atma (diri) dan Sang Brahnan ( Sang Pencipta).

3 Lapisan Tubuh Manusia

Kita perlu tubuh untuk menjalani hidup. Dengan adanya tubuh, kita menjadi “ada” dan tanpa tubuh, kita bukanlah “siapa-siapa”. Tubuh merupakan “kuil” tempat bersemayamya jiwa dan, karena itu, harus di jaga dan dipelihara sebaik mungkin. Walaupun demikian, tubuh fisik memilikin keterbatasan waktu untuk eksistensinya,Karena pada saat nanti,tubuh yang di besarkan oleh makanan ini akan kembali ke siklus makanan.
Dalam system yoga, selain tubuh fisik terdapat 2 jenis tubuh lain-yakni tubuh astral dan tubuh kausal-yang bersifat kekal dan berada dalam dimensi yang berbeda dengan tubuh fisik, keduanya akan meninggalkan tubuh fisik pada saat kematian. Praktik Hatha yoga mengajarkan penyatuan body, mind,ang soul melalui tehnik-tehnik penguasaan tubuh, merupakan pintu gerbang awal untuk memasuki kesadaran akan mental dan spiritual. Intinya, dengan melakukan praktik Hatha yoga, kita akan meningkatkan kesadaran akan tubuh, yang akan membawa ke kesadaran pikiran, kemudian kana membawa pada kesadaraan atman/jiwa, dan mengembalikan diri pada kebahagiaanya.

Tubuh fisik ( Stula sarira ) 

Merupakan tubuh ”Kasar”yang di bentuk oleh 5 undur:bumi(prithivi),air (apas),api (agni), udara (Vayu) dan ether/angkasa (akasha). Siklus eksistensi tubuh fisik ialah saat mengalamai kelahiran, pertumbuhan, perubahan, pengeroposan dan kematian.

Tubuh astral (Suksma sarira) 

Merupakan tubuh ”halus” yang mampu merasakan rasa senang dan rasa sakit, terdiri dari 19 unsur : 
  • 5 organ aksi (kara indriya) : mulut, tangan, kaki, genital dan anus. 
  • 5 Organ ilmu Pengetahuan (jnana indriya):Pancaindra,yakni mata (penglihatan ), Telinga (pendengaran ), Hidung (Penciuman), lidah(Rasa) dan kulit (Sentuhan ). 
  • 5 Prana / Energi. Prana adalah energi kehidupan yang melingkupi semua materi di alam semesta ini, termasuk di dalam udara/napas yang kita hirup saat bernapas; Prana vayu: kekuatan dasar yang menggerakan segala sesuatu dan mengaktifkan fungsi-funsi fall penting seperti bernapas, makan minum, dan menerima input sensorial (indriawi). Apana vayu: Kekuatan yang mengatur proses pengeluaran : urine, tinja, ejakulasi, menstruasi, dan proses melahirkan : kekuatan yang menghasilkan rasa penerimaan dan pasrah. Samana vayu: kekuatan yang mengatur pencernaan makanari, emosi, dan pengalaman sensorial: merupakan kekuatan yang mengubah prana menjadi energi. Udana vayu: kekuatan yang mengatur pertumbuhan tubuh dan kemampuan untuk berdiri, berjalan, dan berbicara: merupakan kekuatan yang memberikan antusiasme dalam hidup. Vyana vayu: kekuatan yang mengatur sirkulasi oksigen dan makanan dalam tubuh fisik, serta mengatur sirkulasi pikiran dan emosi dalam astral merupakan kekuatan yang mendukung fungsi kerja prana lainnya.
  • 4 unsur “instrument dalam”: pikiran (manas), intelek (buddhi), pikiran bawah sadar (chitta), dan ego (ahamkara-Pembenaran diri).
Selain ketiga jenis tubuh ini,terdapat juga 5 lapisan kesadaran yang termanifestasikan dalam ketiga jenis tubuh tersebut.Kelima lapisan kesadaran adalah:

  1. Annamaya kosha (lapisan makanan), terdapat dalam tubuh fisik dan terbentuk dari unsur dunia fisik- yakni makanan. Oleh karena itu, lapisan tubuh ini akan kembali ke siklus makanan (food cycle) setelah mati.
  2. Pranamaya kosha (lapisan vital/energi),terdapat dalam tubuh astral dan bekerja dengan bantuan 5 prana dan 5 organ aksi. Fungsinya adalah merasakan lapare,haus,panas, dan dinggin.
  3. Manomaya kosha (lapisan mental), terdapat dalam tubuh astral dan bekerja dengan bantuan 5 organ pengetahuan dan beberapa unsur dalam, yakni pikiran / manas dan pikiran bawah sadar/chitta. Fungsinya ialah berpikir menyangsikan,marah,nafsu,gembira,depresi dan delusi.
  4. Vijnamaya kosha (lapisan intelek) terdapat dalam tubuh astral dan bekerja dengan bantuan 5 orang ilmu pengetahuan yang bekerja sama dengan intelek (Buddhi) yang mampu menganalisis dan membedakan berbagai hal dan ego (ahamkara) yang bertujuan untuk pembenaran diri,Fungsinya ialah membedakan dan membuat kepurusan.
  5. Anandamaya kosha (Lapisan Kebahagiaan) terdapat dalam tubuh kausal, fungsinya merasakan ketenangan, ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan.

Tubuh kausal (karana sharira) 

Merupakan tubuh “benih” atau blueprint tubuh kasar dan halus. Didalam tubuh ini terdapat samskara dan karma yang akan memengaruhi perilaku dan jalan hidup manusia.


5 Lapisan Kesadaran 

Diri manusia yang “sesungguhnya” Bukanlah salah satu bagian dari “tubuh” atau “ lapisan kesadaraan “ yang telah di sebutkan,Untuk membebaskan diri dan mencapai pencerahan,seorang haruslah berhenti nmengidentifikasi dirinya dengan salah satu lapisan atau tubuh ini dan mengidentifikasi dengan sesuatu yang melebihi semua lapisan Tubuh,yakni atman/jiwa.Praktik yoga akan meningkatkan kesadaran manusia untuk menyadari keberadaan jiwa,dan untuk mencapainya,kelima lapisan tubuh ini harus di murnikan terlebih dahulu dengan cara:

  1. Annamaya Kosha (Lapisan Fisik) melalui asanas dan pola makan yang benar.
  2. Pranamaya Kosha (Lapisan energi) melalui pranayama (Olah Napas).
  3. kosha (Lapisan Mental) melalui praktik yama,niyama dan pelayanan terhadap sesama.
  4. Vijnamaya Kosha (Lapisan intelek) melalui praktik meditasi dan studi spriritual.
  5. Anandamaya Kosha (Lapisan Kebahagiaan) melalui samadi.
Baca juga artikel Berlatih Yoga Kundalini, untuk membangkitkan Kundalini Anda...

Wednesday, November 12, 2014

Upacara Omed Omedan (Med Medan)

Omed Omedan (Med Medan)

Ketika berkunjung ke Bali, pernahkah Anda disana kebetulan sedang menggelar Upacara Med Medan? Mungkin ketika kedatangan Anda ke Bali bertepatan dengan Upacara Nyepi maka besar kemungkinan upacara ini juga bakal bisa disaksikan dengan seksama karena perayaannya dilaksanakan pasca Upacara Nyepi dilakukan. Med Medan digelar tepat satu hari setelah Umat Hindu Bali menggelar Nyepi. 

Omed-omedanUpacara ini merupakan upacara kolot yang secara kultural masih dipertahankan hingga kini oleh masyarakat Bali yang memang pada dasarnya mencintai kebudayaan mereka. Belum ada data historis pastinya kapan dimulai upacara ini oleh nenek moyang mereka. Namun yang jelas Med Medan ialah tradisi yang telah berumur ratusan tahun dan dilestarikan secara turun-temurun hingga masa kini.
Apa makna Med Medan? Upacara Med Medan mengandung makna tarik-tarikan (yang berasal dari kata omed-omedan). Dalam sejarahnya, dulu Med Medan pernah dilakukan bertepatan juga dengan Upacara Nyepi. Namun seorang tokoh puri bernama Ida Bhatara Kompiang sedang sakit keras dan karenanya Upacara Med Medan dilarang untuk dilaksanakan supaya tak mengganggu sakitnya tokoh tersebut. Meski demikian, tetap saja ada beberapa warga yang bandel dengan menggelar upacara ini.

Mendengar keramaian di depan purinya, Ida Bhatara Kompiang pun bangun dan minta diantarkan ke depan puri untuk melihat apa yang terjadi. Ida Bhatara pun diantarkan ke depan puri dan disana melihat ada banyak warga yang tetap melaksanakan Upacara Med Medan yang memang sudah turun temurun itu. Ajaibnya, secara berangsur penyakitnya Ida Bhatara mendingan sampai akhirnya sembuh setelah menonton upacara ini. Karena keyakinan bahwa upacara ini bernilai sakral, maka mulai saat itu upacara inipun tak pernah dilarang lagi.

Thursday, November 6, 2014

Meditasi Japa Gayatri

Meditasi Gayatri Mantram


Meditasi dan Japa yoga
Mantram Gayatri adalah bait pertama dari Puja Tri Sandya. Mantram ini dikenal sebagai ibunya mantram.

Teks mantram Gayatri yang telah di Nusantarakan:

Om Bhur Bhuwah Swaha Tat Sawitur Warenyam Bhargo dewasya dimahi Dhiyo yo nah pracodayat

Text Aslinya:


Om bhūr bhuvaḥ svaḥ tát savitúr váreṇyaṃ bhárgo devásya dhīmahi dhíyo yó naḥ pracodáyāt


Artinya: dari beberapa sumber.
Om – Suara smesta yang diidentifikasi sebagai suara/simbol Tuhan/Siwa Bhur – Alam bawah/butha Bhuvah – Alam tengah/mahluk manusia, binatang, isi duniaSvah – Alam atas/alam DewataTat – BrahmanSavitur –asal segala ciptaanVarenyam – patut disembahBhargo – sinar/cahaya atau kecemerlangan spiritualDevasya – kenyataan TuhanDhimahi – kita bermeditasiDhiyo – budi, intelekYo – yangNah – kitaPracodayat – menerangi

Alam bawah disimbolkan dengan bentuk kotak persegi empat, alam tengah disimbolkan sebagai lingkaran dan alam atas disimbolkan sebagai bentuk segitiga/piramid.
Pada tubuh manusia, chakra Pusar/Manipura adalah alam tengah, chakra Dasar/Muladhara adalah alam bawah dan chakra Mahkota/Sahasrara adalah alam atas. Manusia mencapai kesempurnaan apabila sudah bisa menyatukan ketiga kekuatan simbol ini di chakra Jantung.
Dengan terbukanya inti chakra Sahasrara maka jalur sinar Antahkarana akan turun menuju chakra Muladhara. Mendapat asupan prana dari sinar Antahkarana, chakra Muladhara akan berkembang dan memunculkan api suci Brahma Chakra yang membantu proses pembersihan. Perkembangan chakra Muladhara akan membantu membersihkan nadi utama dan tujuh chakra inti. Kalau jalur-jalur prana sudah terbentuk maka kekuatan dari chakra Muladhara akan naik mencapai chakra Anahata.
Dalam Meditasi Karuna Budhi Sakti sudah disinggung pertemuan dua kekuatan ini. Apabila pertemuan kedua kekuatan ini sudah maksimal maka kesaktian tertinggi manusia akan tercapai dan demikian pula kesidhian manusia akan tercapai.
Istilah Kiwa/kiri dan Tengen/kanan muncul dari pemahaman bahwa orang yang telah mampu membangkitkan kekuatan dari chakra disebut Shakti. Shakti inilah yang disebut Kiwa yang dipicu dari bangkitnya chakra Muladhara/alam bawah. Sedangkan karena chakra Sahasrara yang membawa sifat-sifat alam atas/Dewata maka ia mewarisi sifat Tengen. Kekuatan dari sifat tengen disebut sebagai Sidhi.
Sebagai contoh, seseorang yang mampu menurunkan hujan dengan kemampuan dari bangkitknya kekuatan dalam dirinya disebut sebagai orang ‘sakti’. Sedangkan orang yang mampu menurunkan hujan dengan memohon kepada Dewata disebut orang ‘sidhi’.Di dalam masyarakat sering pula kita mendengar orang mengatakan wisesa atau belajar ‘kawisesan’. Istilah ini adalah memberi suatu pemahaman bahwa orang tersebut sedang melatih kekuatan dari chakra dan juga kekuatan dari Dewata. Atau wisesa itu adalah perpaduan kekuatan Kiwa dan Tengen. Kekuatan yang bertemu di chakra Anahata. Yaitu penyatuan tiga kekuatan dari alam bawah, tengah dan atas atau kekuatan dari Bhur Bhuwah Swah.
Oleh karena itulah mengapa meditasi mantram Gayatri diakui sebagai meditasi tingkat tinggi, sebab mampu membersihkan ketiga alam tersebut. Alam Bhur adalah chakra Muladhara, alam Bhuwah adalah chakra Manipura dan alam Swah adalah chakra Sahasrara.
Dalam banyak literatur dikatakan bahwa, kalau manusia hidupnya sangat susah, maka dengan banyak melakukan japa mantam Gayatri maka segala kesusahannya akan terhapuskan. Dalam artikel mengenai Antahkarana, saya sudah menjelaskan potensi dari setiap chakra akan membawa perubahan yang dahsyat kepada kenyataan hidup yang dialami manusia. Japa mantram Gayatri bersifat pembersihan dari sistem tubuh non fisik. Misalnya, bersih/berkembangnya chakra Muladhara maka manusia pastilah terbebas dari masalah ekonomi atau akan mudah mencapai kehidupan yang rejekian.
Berjapa bukanlah mengejar jumlahnya tetapi kualitasnya. Tetapi kualitas japa dengan jumlah yang sangat banyak adalah harapan setiap manusia. Mulailah dengan 7, 11, 36 kali setiap pagi/subuh atau setiap malam. Kalau sudah terbiasa lakukanlah 108 kali setiap berjapa. Gunakan biji Genetri 108 dari biji Rudraksa (paling umum untuk tujuan berjapa) guna menghitung.
Tahapan:
Sebelum menemukan seorang Guru yang mahir dalam ilmu meditasi, maka berjapa mantram Gayatri adalah meditasi yang sangat aman dan jarang ditemukan suatu gangguan yang disebut sebagai ‘syndrom’. Pencapaian pertama adalah pembukaan inti chakra Sahasrara yang merupakan tolok ukur besarnya jalur Antahkarana. Semakin sering melakukan japa mantram, semakin bertambah besar inti chakra Sahasrara maka jalur Antahkarana semakin besar dan lambat laun akan turun melalui nadi Shusumna hingga pada suatu ketika mencapai chakra Muladhara.
Tercapainya evolusi sempurna (moksha) seluruh manusia adalah menciptakan evolusi di galaksi. Kalau setiap Galaksi sudah mencapai evolusi sempurna maka alam semesta akan mencapai evolusinya. Alam semesta memiliki 108 galaksi maka biji genetri dibuat dengan jumlah 108.

Tercapainya evolusi sempurna (moksha) seluruh manusia adalah menciptakan evolusi di galaksi. Kalau setiap Galaksi sudah mencapai evolusi sempurna maka alam semesta akan mencapai evolusinya. Alam semesta memiliki 108 galaksi maka biji genetri dibuat dengan jumlah 108.

  1. Lakukan penyucian diri seperti mandi.
  2. Duduk bersila dengan kaki kanan di atas/depan atau yang nyaman.
  3. Pegang biji genetri dengan tangan kanan mengambang tidak boleh menyentuh tanah atau pakaian tetapi tergantung di tangan.
  4. Berdo’a kepada para Leluhur dan Dewata/Ibu Dewi Gayatri
  5. Sikap badan sangat rileks.
  6. Fokus pikiran berada di chakra Ajna/mata ketiga. Pikiran selalu bergerak tetapi selalu berusaha kembali ke chakra Ajna.
  7. Setiap selesai satu mantram dorong satu biji genetri dengan jempol.
  8. Setiap mencapai 108, jangan lewati simpul tengah yang disebut Siwa, tetapi balikan genetri.